FATWA GURU MULIA AL MUSNID AL A’RIFBILLAH AL HABIB UMAR bin MUHAMMAD bin SALIM bin HAFIDZ 1

Posted in Uncategorized with tags on April 12, 2012 by Da'i Muhamad Nurdin

MENERIMA UPAH DARI TRANSAKSI RIBA “

Pertanyaan :

Saya adalah seorang pemuda yang bekerja disebuah tempat kerajinan emas. Majikan saya ketika menjual emas kepada para pedagang, ia memberikan setengah harga, kemudian di waktu lain mereka membayar sisanya. Apakah ini termasuk riba ??, Jika itu Riba, apakah hukum upah yang ia berikan kepada saya sebagai imbalan pekerjaan membuat perhiasan yang ia jual.

 

 

Jawaban :

Inilah yang dinamakan riba nasa yaitu tidak adanya serag terima yang sempurna pada saat jual beli disertai dengan tempo pembayaran. Sedangkan naqd (emas, perak dan sejenisnya termasuk uang) jika dijual dengan alat tukar naqd, harus disertai dengan serah terima yang tunai dan tidak boleh menggunakan tempo, maka masalah ini hukumnya syubhat.

 

Adapun upah yang anda terima belum tentu berasal dari riba tersebut, kecuali jika semua transasksinya atau sebagian besarnya adalah riba seperti yang anda sebutkan . Jika majikan anda mempunyai transaksi lainnya yang halal dan itu lebih banyak, seperti ia menjual naqd dengan naqd tanpa menggunakan tempo, maka upah yang anda terima adalah halal karena didalamnya ada transaksi yang halal. Lain halnya jika seluruh transaksinya atau sebagian besarnya adalah riba seperti yang anda sebutkan tadi dan sedikit saja yang tidak riba, maka berarti upah anda termasuk dalam kategori syubhat. Demikian ini jika ia memberikan anda upah dari harta hasil transaksi ribanya dan ia tidak berikan anda upah dari harta yang lain.

 

Ada perbedaan antara manakala anda langsung melakukan transaksi riba sehingga anda berdosa, dengan pekerjaan yang hanya membuat perhiasan emas dan majikan anda yang melakukan transaksi ribanya sehingga dia yang berdosa. Kemudian jika sebagian transaksinya atau seluruhnya adalah riba, maka upah anda masuk dalam kategori syubhat, itupun jika majikan anda memberikan upah anda dari harta hasil riba. Akan tetapi jika dia memiliki transaksi halal lainnya bukan yang haram dan itu yang terbanyak, maka upah yang anda terima termasuk halal dan tidak apa-apa.Image

12 Hal Yang Dapat Membuat Allah SWT Cinta

Posted in Uncategorized with tags on April 4, 2012 by Da'i Muhamad Nurdin

GambarAssalammua’laikum Warahmatullahi Wabarakatuh

Limpahan Puji Kehadirat Allah SWT yang Maha Luhur dan Maha Abadi, Lagi Maha Tunggal, Dia lah Allah SWT yang Maha Bercahaya dari segala yang bercahaya di Alam semesta ini serta menyiapkan kebahagiaan yang kekal di surga untuk hamba-hamba yang mengabdi kepada-Nya, menyiapkan pengampunan untuk setiap kesalahan sehingga tiada dosa yang tidak terampuni oleh pengampunan Ilahi, semua dosa dan kesalahan diampuni oleh Allah subhanahu wata’ala. Sebagaimana makna sebuah hadits Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bahwa semua dosa diampuni oleh Allah subhanahu wata’ala kecuali dosa syirik, yaitu menyembah kepada selain Allah, namun maksud dari hadits tersebut adalah bahwa syirik termasuk dosa yang tidak diampuni oleh Allah jika seseorang wafat dalam keadaan itu dan belum bertobat atau kembali kepada Islam dan menyembah Allah semata, namun jika ia bertobat dan kembali kepada Islam maka dosanya diampuni oleh Allah subhanahu wata’ala. Jadi pada hakikatnya semua dosa diampuni oleh Allah subhanahu wata’ala, namun terdapat orang-orang yang meninggal dalam keadaan masih membawa dosa dan belum memohon pengampunan kepada Allah maka ia akan mendapat pencucian dosa ketika dalam keadaan sakaratul maut atau ketika ia berada di dalam kuburnya atau di dalam neraka namun pencucian dosa tersebut tidaklah abadi. Karena semua manusia yang mengakui dan bersaksi bahwa tiada Tuhan selain Allah dan nabi Muhammad utusan Allah maka ia akan sampai ke surga Allah meskipun di waktu yang terlambat dan sangat lama, sebagaimana sabda Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam riwayat Shahih Al Bukhari bahwa seseorang yang mengucapkan “Laa ilaaha illaa Allah” tulus dari dalam hatinya maka Allah subhanahu wata’ala mengharamkannya dari api neraka.

Saudara qu Kaum Muslimin yang dimuliakan Allah SWT ‘

Pada kesempatan kali ini saya akan menjelaskan Hal apa saja yang dapat Membuat Allah SWT cinta kepada kita ‘????

ada 12  Hal :

1. Menguatkan Iman
 
2. Menunaikan segala perintah-perintah yang diwajibkan.
“Sesuatu yang paling Aku cintai dari hamba-Ku yang mendekatkan diri kepada-Ku adalah jika ia menunaikan apa-apa yang Aku wajibkan kepadanya. (HR. Bukhari)
 
3. Selalu menjaga shalat fardhu tepat pada waktunya.
“aku bertanya kepada Rasulullah Sallahu’alaihi Wa Salam: “Amal apakah yang lebih dicintai oleh Allah? Beliau menjawab: “Shalat pada waktunya. (HR. Bukhari-Muslim)
 
4. Senantiasa bersilaturahmi dan berbakti kepada orang tua.
 
5. Selalu berusaha mendekatkan diri kepada Allah Ta’ala dengan amalan-amalan yang sunnah.
“Hamba-Ku senantiasa mendekatkan diri kepada-Ku dengan amalan sunnah, sehingga Aku mencintainya. Apabila Aku telah mencintainya, maka Aku menjadi pendengarnya yang dengannya ia mendengar dan Aku menjadi penglihatnnya yang dengannya ia melihat dan Aku menjadi tangannya yang dengannya ia menggenggam dan Aku menjadi kakinya yang dengannya ia berjalan dan jika ia meminta kepada-Ku, pasti Aku beri dan jika ia meminta perlindungan kepada-Ku pasti Aku lindungi. (HR. Bukhari)
 
6. Membiasakan amalan secara terus-menerus dilakukan meskipun sedikit.
“Sesungguhnya amal yang paling dicintai oleh Allah Ta’ala adalah amal yang terus-menerus dilakukan meskipun sedikit dan keluarga Muhammad Sallahu’alaihi Wa Salam, apabila mereka melakukan suatu amalan, maka mereka membiasakan dan terus melakukkannya. (HR. Muslim)
 
7. Memperbanyak zikir (mengingat) Allah Ta’ala dengan cara lisan, hati dan anggota badan.
“Karena itu, ingatlah kamu kepada-Ku niscaya Aku ingat (pula) kepadamu. (QS. Al-Baqarah : 152)
 
8. Mencintai Rasulullah Sallahu’alaihi Wa Salam dengan cara melakukan sunnah-sunnah Rasulullah SAW.
 
9. Mencintai para sahabat Rasulullah SAW dan keluarga Rasulullah SAW
 
10. Mencintai orang-orang yang dicintai oleh Allah Subahanallahu Wa Ta’ala
 
11. Memperbanyak amal kebaikan.
 
12 Menjauhi perkara-perkara yang diharamkan, baik yang kecil maupun yang besar.

Demikian 12 Hal yang Insya Allah akan membuat Rabbul a’lamin cinta kepada kita ‘
Semoga bermanfaat ‘

Hamba Pendosa ‘
MUHAMAD NURDIN bin MUKHSIN NASIM

 

KISAH SAHABAT RASULULLAH SAW (ABDULLAH bin ABBAS)

Posted in Uncategorized with tags on Maret 8, 2012 by Da'i Muhamad Nurdin

“Kyai Umat Ini”

Ibnu Abbas serupa dengan Ibnu Zubeir bahwa mereka sama-sama menemui Rasulullah dan bergaul dengannya selagi masih becil, dan Rasulullah wafat sebelum Ibnu Abbas mencapai usia dewasa. Tetapi ia seorang lain yang di waktu kecil telah mendapat kerangka kepahlawanan dan prinsip-prinsip kehidupan dari Rasuluilah saw. yang mengutamakan dan mendidiknya serta mengajarinya hikmat yang murni. Dan dengan keteguhan iman dan kekuatan akhlaq serta melimpahnya ilmunya, Ibnu Abbas mencapai kedudukan tinggi di lingkungan tokoh-tokoh sekeliling Rasul ….

Ia adalah putera Abbas bin Abdul Mutthalib bin Hasyim, paman Rasulullah saw. Digelari “habar” atau kyahi atau lengkapnya “kyahi ummat”, suatu gelar yang hanya dapat dicapainya karena otaknya yang cerdas, hatinya yang mulia dan pengetahuannya yang luas.

Dari kecilnya, Ibnu Abbbas telah mengetahui jalan hidup yang akan ditempuhnya, dan ia lebih mengetahuinya lagi ketika pada suatu hari Rasulullah menariknya ke dekatnya selagi ia masih kecil itu dan menepuk-nepuk bahunya serta mendu’akannya: –
“Ya Allah, berilah ia ilmu Agama yang mendalam dan ajarkanlah kepadanya ta’wil”.

Kemudian berturut-turut pula datangnya kesempatan dimana Rasulullah mengulang-ulang du’a tadi bagi Abdullah bin Abbas sebagai saudara sepupunya itu …, dan ketika itu ia mengertilah bahwa ia diciptakan untuk ilmu dan pengetahuan.

Sementara persiapan otaknya mendorongnya pula dengan kuat untuk menempuh jalan ini. Karena walaupun di saat Rasulullah shallallahu alaihi wasalam wafat itu, usianya belum lagi lebih dari tiga belas tahun, tetapi sedari kecilnya tak pernah satu hari pun lewat, tanpa ia menghadiri majlis Rasulullah dan menghafalkan apa yang diucapkannya….

Dan setelah kepergian Rasulullah ke Rafiqul A’la, Ibnu Abbas mempelajari sungguh-sungguh dari shahabat-shahabat Rasul yang pertama, apa-apa yang input didengar dan dipelajarinya dari Rasulullah saw. sendiri. Suatu tanda tanya (ingin mengetahui dan ingin bertanya) terpatri dalam dirinya.

Maka setiap kedengaran olehnya seseorang yang mengetahui suatn ilmu atau menghafaikan Hadits, segeralah ia menemuinya dan belajar kepadanya. Dan otaknya yang encer lagi tidak mau puas itu, mendorongnya nntuk meneliti apa yang didengarnya.

Hingga tidak saja ia menumpahkan perhatian terhadap mengumpulkan ilmu pengetahuan semata, tapi jnga untuk meneliti dan menyelidiki sumber-sumbernya.

Pernah ia menceritakan pengalamannya: — “Pernah aku bertanya kepada tigapuluh orang shahabat Rasul shallallahu alaihi wasalam mengenai satu masalah”. Dan bagaimana keinginannya yang amat besar untuk mendapatkan sesuatu ilmu, digambarkannya kepada kita sebagai berikut: –

“Tatkala Rasulullah shallallahu alaihi wasalam wafat, kakatakan kepada salah seorang pemuda Anshar: “Marilah kita bertanya kepada shahabat Rasulullah, sekarang ini mereka hampir semuanya sedang bekumpul?”

Jawab pemuda Anshar itu:
“Aneh sekali kamu ini, hai Ibnu Abbas! Apakah kamu kira orang-orang akan membutuhkanmu, padahal di kalangan mereka sebagai kan lihat banyak terdapat shahabat Rasulullah … ?” Demikianlah ia tak mau diajak, tetapi aku tetap pergi bertanya kepada shahabat-shahabat Rasulullah.

Pernah aku mendapatkan satu Hadits dari seseorang, dengan cara kudatangi rumahnya kebetulan ia sedang tidur slang. Kubentangkan kainku di muka pintunya, lalu duduk menunggu, sementara angin menerbangkan debu kepadaku, sampai akhirnya ia bangun dan keluar mendapatiku. Maka katanya: — “Hai saudara sepupu Rasulullah, apa maksud kedatanganmu? Kenapa tidak kamu suruh saja orang kepadaku agar aku datang kepadamu?” “Tidak!” ujarku, “bahkan akulah yang harus datang mengunjungi anda! Kemudian kutanyakanlah kepadanya sebuah Hadits dan aku belajar daripadanya … !”

Demikianlah pemuda kita yang agung ini bertanya, kemudian bertanya dan bertanya lagi, lalu dicarinya jawaban dengan teliti, dan dikajinya dengan seksama dan dianalisanya dengan fikiran yang berlian. Dari hari ke hari pengetahuan dan ilmu yang dimilikinya berkembang dan tumbuh, hingga dalam usianya yang muda belia telah cukup dimilikinya hikmat dari orang-orang tua, dan disadapnya ketenangan dan kebersihan pikiran mereka, sampai-sampai Amirul Mu’minin Umar bin Khatthab radhiallahu anhu menjadikannya kawan bermusyawarah pada setiap urusan penting dan menggelarkannya “pemuda tua” … !

Pada suatu hari ditanyakan orang kepada Ibnu Abbas:
“Bagaimana anda mendapatkan ilmu ini … ?”

Jawabnya: -“Dengan lidah yang gemar bertanya, dan akal yang suka berfikir… !”

Maka dengan lidahnya yang selalu bertanya dan fikirannya yang tak jemu-jemunya meneliti, serta dengan kerendahan hati dan pandainya bergaul, jadilah Ibnu Abbas sebagai “kyahi ummat ini”.

Sa’ad bin Abi Waqqash melukiskannya dengan kalimat-kalimat seperti ini :-

Tak seorang pun yang kutemui lebih cepat mengerti, lebih tajam berfikir dan lebih banyak dapat menyerap ilmu dan lebih luas sifat santunnya dari Ibnu Abbas … ! Dan sungguh, kulihat Umar memanggilnya dalam urusan-urusan pelik, padahal sekelilingnya terdapat peserta Badar dari kalangan Muhajirin dan Anshar. Maka tampillah Ibnu Abbas menyampaikan pendapatnya, dan Umar pun tak hendak melampaui apa katanya!”

Ketika membicarakannya, Ubaidillah bin ‘Utbah berkata:-
“Tidak seorang pun yang lebih tahu tentang Hadits yang diterimanya dari Rasulullah shallallahu alaihi wasalam daripada Ibnu Abbas… !

Dan tak kulihat orang yang lebih mengetahui tentang putusan Abu Bakar, Umar dan Utsman dalam pengadilan daripadanya … ! Begitu pula tak ada yang lebih mendalam pengertiannya daripadanya ….

Sungguh, ia telah menyediakan waktu untuk mengajarkan fiqih satu hari, tafsir satu hari, riwayat dan strategi perang satu hari, syair satu hari, dan tarikh serta kebudayaan bangsa Arab satu hari ….

Serta tak ada yang lebih tahu tentang syair, bahasa Arab, tafsir -Quran, ilmu hisab dan seal pembagian pusaka daripadanya … ! Dan tidak seorang alim pun yang pergi duduk ke dekatnya kecuali hormat kepadanya, serta tidak seorang pun yang bertanya, kecuali mendapatkan jawaban daripadanya… !”

Seorang Muslim penduduk Bashrah melukiskannya pula sebagai berikut: — (Ibnu Abbas pernah menjadi gubernur di sana, diangkat oleh Ali)

“Ia mengambil tiga perkara dan meninggalkan tiga perkara ….
1. Menarik hati pendengar apabila ia berbicara.
2. Memperhatikan setiap ucapan pembicara.
3. Memilih yang teringan apabila memutuskan perkara.
1. Menjauhi sifat mengambil muka.
2. Menjauhi orang-orang yang rendah budi.
3. Menjauhi setiap perbuatan dosa.

Sebagaimana kita telah paparkan bahwa Ibnu Abbas adalah orang yang menguasai dan mendalami berbagai cabang ilmu.

Maka ia pun menjadi tepatan bagi orang-orang pang mencari ilmu, berbondong-bondong orang datang dari berbagai penjuru negeri Islam untuk mengikuti pendidikan dan mendalami ilmu pengetahuan.

Di samping ingatannya yang kuat bahkan luar biasa itu, Ibnu Abbas memiliki pula kecerdasan dan kepintaran yang Istimewa.

Alasan yang dikemukakannya bagaikan cahaya matahari, menembus ke dalam kalbu menghidupkan cahaya iman ….Dan dalam percakapan atau berdialog, tidak saja ia membuat lawannya terdiam, mengerti dan menerima alasan yang dikemukakannya, tetapi juga menyebabkannya diam terpesona, karena manisnya susunan kata dan keahliannya berbicara … !

Dan bagaimana pun juga banyaknya ilmu dan tepatnya alasan tetapi diskusi atau tukar fikiran itu … ! Baginya tidak lain hanyalah sebagai suatu slat yang paring ampuh untuk mendapatkan dan mengetahui kebenaran … !

Dan memang, telah lama ia ditabuti oleh Kaum Khawarij karena logikanya yang tepat dan tajam! Pada suatu hari ia diutus oleh Imam Ali kepada sekelompok besar dari mereka. Maka terjadilah di antaranya dengan mereka percakapan yang amat mempesona, di mana Ibnu Abbas mengarahkan pembicaraan serta menyodorkan alasan dengan cara yang menakjubkan. Dari percakapan yang panjang itu, kita cukup mengutip cupIikan di bawah ini: –

Tanya Ibnu Abbas: — “Hal-hal apakah yang menyebabkan tuan-tuan menaruh dendam terhadap Ali … ?”

Ujar mereka: -“Ada tiga hal yang menyebabkan kebencian kami padanya: –

Pertama dalam Agama Allah ia bertahkim kepada manusia, padahal Allah berfirman: ‘”Tak ada hukum kecuali bagi Allah … !’)

Kedua, ia berperang, tetapi tidak menawan pihak musuh dan tidak pula mengambil barta rampasan. Seandainya pihak lawan itu orang-orang kafir, berarti harta mereka itu halal. Sebaliknya bila mereka orang-orang beriman maka haramlah darahnya … !)

Dan ketiga, waktu bertahkim, ia rela menanggalkan sifat Amirul Mu’minin dari dirinya demi mengabulkan tuntutan lawannya. Maka jika ia sudah tidak jadi amir atau kepala bagi orang-orang Mu’min lagi, berarti ia menjadi kepala bagi orang-orang kafir… !”3)

Lamunan-lamunan mereka itu dipatahkan oleh Ibnu Abbas, katanya: — “Mengenai perkataan tuan-tuan bahwa ia bertahkim kepada manusia dalam Agama Allah, maka apa salahnya … ?

Bukankah Allah telah berfirman:
“Hai orang-orang beriman! Janganlah halian membunuh binatang buruan, sewaktu halian dalam ihram! Barang siapa di antara kalian yang membunuhnya dengan sengaja, maka hendaklah ia membayar denda berupa binatang ternak yang sebanding dengan hewran yang dibunuhnya itu, yang untuk menetapkannya diputuskan oleh dua orang yang adil di antara kalian sebagai hahimnya … !” (Q.S. 5 al-hlaidah: 95)

Nah, atas nama Allah cobalah jawab: “Manakah yang lebih penting, bertahkim kepada manusia demi menjaga darah kaum Muslimin, ataukah bertahkim kepada mereka mengenai seekor kelinci yang harganya seperempat dirham … ?”

Para pemimpin Khawarij itu tertegun menghadapi logika tajam dan tuntas itu. Kemudian “kyai ummat ini” melanjutkan bantahannya: –

“Tentang ucapan tuan-tuan bahwa ia perang tetapi tidak melakukan penawanan dan merebut harta rampasan, apakah tuan-tuan menghendaki agar ia mengambil Aisyah istri Rasulullah shallallahu alaihi wasalam dan Ummul Mu’minin itu sebagai tawanan, dan pakaian berkabungnya sebagai barang rampasan … ?”

Di sini wajah orang-orang itu jadi merah padam karena main, lain menutupi muka mereka dengan tangan …,sementara Ibnu Abbas beralih kepada soal yang ketiga katanya: –

“Adapun ucapan tuan-tuan bahwa ia rela menanggalkan sifat Amirul Mu’minin dari dirinya sampai selesainya tahkim, maka dengarlah oleh tuan-tuan apa yang dilakukan oleh Rasulullah shallallahu alaihi wasalam di hari Hudaibiyah, yakni ketika ia mengimlakkan surat perjanjian yang telah tercapai antaranya dengan orang-orang Quraisy. Katanya kepada penuiis: “Tulislah: Inilah yang telah disetujui oleh Muhammad Rasulullah … “. Tiba-tiba utusan Qnraisy menyela: ‘Demi Allah, seandainya kami mengakuimu sebagai Rasulullah, tentulah kami tidak menghalangimu ke Baitullah dan tidak pula akan memerangimu … ! Maka tulislah:

Inilah yang telah disetujui oleh Muhammad bin Abdullah … !”
Kata Rasulullah kepada mereka: “Demi Allah, sesungguhnya saya ini Rasulullah walaupun kamu tak hendak mengakuinya…”

Lalu kepada penulis surat perjanjian itu diperintahkannya:
“Tulislah apa yang mereka kehendaki! Tulis: Inilah yang telah disetujui oleh Muhammad bin Abdullah … !”

Demikianlah, dengan cara yang menarik( dan menakjubkan ini, berlangsung soal jawab antara Ibnu Abbas dan golongan Khawarij, hingga belum lagi tukar fikiran itu selesai, duapuluh ribu orang di antara mereka bangkit serentak, menyatakan kepuasan mereka terhadap keterangan-keterangan Ibnu Abbas dan sekaligus memaklumkan penarikan diri mereka dari memusuhi Imam Ali… !

Ibnu Abbas tidak saja memiliki kekayaan besar berupa ilmu pengetahuan semata, tapi di samping itu ia memiliki pula kekayaan yang lebih besar lagi, yakni etika ilmu serta akhlak para ulama. Dalam kedermawanan dan sifat pemurahnya, Ia bagaikan Imam dengan,panji-panjinya. Dilimpah-ruahkannya harta bendanya kepada manusia, persis sebagaimana ia melimpah ruahkan ilmunya kepada mereka….

Orang-orang yang sesama dengannya, pernah menceritakan dirinya sebagai berikut: — “Tidak sebuah rumah pun kita temui yang lebih banyak makanan, minuman buah-buahan, begitupun ilmu pengetahuannya dari rumah Ibnu Abbas … !”

Di samping itu ia seorang yang berhati suci dan berjiwa bersih, tidak menaruh dendam atau kebencian kepada siapa juga.

Keinginannya yang tak pernah menjadi kenyang, ialah harapannya agar setiap orang, baik yang dikenalnya atau tidak, beroleh kebaikan…!

Katanya mengenai dirinya: –
“Setiap aku mengetahui suatu ayat dari kitabullah, aku berharap kiranya semua manusia mengetahui seperti apa yang kuketahui itu … ! Dan setiap aku mendengar seorang hakim di antara hakim-hakim Islam melaksanakan keadilan dan memutus sesuatu perkara dengan adil, maka aku merasa gembira dan turut mendu’akannya …, padahal tak ada hubungan perkara antaraku dengannya … ! Dan setiap aku mendengar turunnya hujan yang menimpa bumi Muslimin, aku merasa berbahagia, padahal tidak seekor pun binatang ternakku yang digembalakan di bumi tersebut…!”

Ia seorang ahli ibadah yang tekun beribadat dan rajin bertaubat …, sering bangun di tengah malam dan shaum di waktu siang, dan seolah-olah kedua matanya telah hafal akan jalan yang dilalui oleh air matanya di kedua pipinya, karena seringnya ia menangis, balk di kala ia shalat maupun sewaktu membaca alquran ….Dan ketika ia membaca ayat-ayat alquran yang memuat berita duka atau ancaman, apalagi mengenai maut dan saat dibangkitkan, maka isaknya bertambah keras dan sedu sedannya menjadi-jadi … !

Di samping semua itu, ia juga seorang yang berani, berfikiran sehat dan teguh memegang amanat … ! Dalam perselisihan yang terjadi antara Ali dan Mu’awiyah, ia mempunyai beberapa pendapat yang menunjukban tingginya kecerdasan dan banyaknya akal serta siasatnya …. Ia lebih mementingkan perdamaian dari peperangan, lebih banyak berusaha dengan jalan lemah lembut daripada kekerasan, dan menggunahan fikiran daripada paksaan…!

Tatkala Husein radhiallahu anhu bermaksud hendak pergi ke Irak untuk memerangi Ziad dan Yazid, Ibnu Abbas menasehati Husein, memegang tangannya dan berusaha sekuat daya untuk menghalanginya. Dan tatkala ia mendengar kematiannya, ia amat terpukul, dan tidak keluar-keluar rumah karena amat dukanya.

Dan di setiap pertentangan yang timbul antara Muslim dengan Muslim tak ada yang dilakukan oleh Ibnu Abbas, selain mengacungkan bendera perdamaian, beriunak lembut dan melenyapkan kesalah-pahaman

Benar ia ikut tejun dalam peperangan di pihak Imam Ali terhadap Mu’awiyah, tetapi hal itu dilakukannya, tiada lain hanyalah sebagai tamparan keras yang wajib dilakukan terhadap penggerak perpecahan yang mengancam keutuhan Agama dan kesatuan ummat… !

Demikianlah kehidupan Ibnu Abbas, dipenuhi dunianya dengan ilmu dan hikmat, dan disebarkan di antara ummat buah nasehat dan ketaqwaannya – • • • Dan pada usianya yang ketujuhpuluh satu tahun, ia terpanggil untuk menemui Tuhannya Yang Maha Agung • – • • Maka kota Thaif pun menyaksikan perarakan besar, di mana seorang Mu’min diiringkan menuju surganya.

Dan tatkala tubuh kasamya mendapatkan tempat yang aman dalam kuburnya, angkasa bagai berguncang disebabkan gema janji Allah yang haq:

“Wahai jiwa yang aman tenteram! Kembalilah kamu kepada Tuhanmu dalam keadaan ridla dan diridlai. Maka masuklah ke dalam lingkungan hamba-Ku. Dan masuklah ke dalam surgaKu.

PENGERTIAN TASAWUF

Posted in Uncategorized with tags on Februari 29, 2012 by Da'i Muhamad Nurdin

Definisi Tasawuf

Istilah “tasawuf”(sufism), yang telah sangat populer digunakan selama berabad-

abad, dan sering dengan bermacam-macam arti, berasal dari tiga huruf Arab,

sha, waudan fa. Banyak pendapat tentang alasan atas asalnya dari sha wa fa.

Ada yang berpendapat, kata itu berasal darishafa yang berarti kesucian. Menurut pendapat lain kata itu berasal dari kata kerja bahasa Arabsafwe yang berarti orang-orang yang terpilih. Makna ini sering dikutip dalam literatur sufi. Sebagian berpendapat bahwa kata itu berasal dari kata shafwe yang berarti baris atau deret, yang menunjukkan kaum Muslim awal yang berdiri di baris pertama dalam salat atau dalam perang suci. Sebagian lainnya lagi berpendapat bahwa kata itu berasal darishuffa, ini serambi rendah terbuat dari tanah liat dan sedikit nyembul di atas tanah di luar Mesjid Nabi di Madinah, tempat orang-orang miskin berhati baik yang mengikuti beliau sering duduk-duduk. Ada pula yang menganggap bahwa kata tasawuf berasal dari shuf yang berarti bulu domba, yang me- nunjukkan bahwa orang-orang yang tertarik pada pengetahuan batin kurang mempedulikan penampilan lahiriahnya dan sering memakai jubah sederhana yang terbuat dari bulu domba sepanjang tahun.

Apa pun asalnya, istilahtasawuf berarti orang-orang yang tertarik kepada

pengetahuan batin, orang-orang yang tertarik untuk menemukan suatu

jalan atau praktik ke arah kesadaran dan pencerahan batin.

Penting diperhatikan bahwa istilah ini hampir tak pernah digunakan pada dua abad pertama Hijriah. Banyak pengritik sufi, atau musuh-musuh mereka, mengingatkan kita bahwa istilah tersebut tak pernah terdengar di masa hidup Nabi Muhammad saw, atau orang sesudah beliau, atau yang hidup setelah mereka.

Namun, di abad kedua dan ketiga setelah kedatangan Islam (622), ada sebagian orang yang mulai menyebut dirinya sufi, atau menggunakan istilah serupa lainnya yang berhubungan dengan tasawuf, yang berarti bahwa mereka mengikuti jalan penyucian diri, penyucian “hati”, dan pembenahan kualitas watak dan perilaku mereka untuk mencapai maqam (kedudukan) orang-orang yang menyembah Allah seakan-akan mereka melihat Dia, dengan mengetahui bahwa sekalipun mereka tidak melihat Dia, Dia melihat mereka. Inilah makna istilah tasawuf sepanjang zaman dalam konteks Islam.

Saya kutipkan di bawah ini beberapa definisi dari syekh besar sufi:

Imam Junaid dari Baghdad (m.910) mendefinisikan tasawuf sebagai

“mengambil setiap sifat mulia dan meninggalkan setiap sifat rendah”.S yekh

Abul Hasan asy-Syadzili (m.1258), syekh sufi besar dari Arika Utara,

mendefinisikan tasawuf sebagai “praktik dan latihan diri melalui cinta yang dalam dan ibadah untuk mengembalikan diri kepada jalan Tuhan”.Syekh Ahmad

Zorruq (m.1494) dari Maroko mendefinisikan tasawuf sebagai berikut:

Ilmu yang dengannya Anda dapat memperbaiki hati dan menjadikannya semata-mata bagi Allah, dengan menggunakan pengetahuan Anda tentang jalan Islam,khususnya fiqih dan pengetahuan yang berkaitan, untuk memperbaiki amal Anda dan menjaganya dalam batas-batas syariat Islam agar kebijaksanaan menjadi nyata.

Shalat Dua Gerhana ( Kusufain)

Posted in Uncategorized with tags on Juni 16, 2011 by Da'i Muhamad Nurdin

Shalat kusufain adalah shalat dua gerhana, yakni shalat karena gerhana matahari dan gerhana bulan. Kalau gerhana bulan kita lakukan shalat khusuf, dan kalau gerhana matahari kita lakukan shalat Kusuf, kedua shalat ini hukumnya sunat muakkad

waktu melakukan shalat gerana matahari yaitu dari timbul gerhana itu sampai matahari kebali sebagaimana biasa, atau sampai terbenam. Sedang shalat gerhana bulan waktunya mulai dari terjadinya gerana itu, sampai bulan nampak penuh. Bacaan pada shalat gerhana matahari hendaklah redah bacaan nya, sementara dalam shalat gerhana bulan bacan dikeraskan

 

Tata cara pelaksanaan shalat gerhana

 

1. Berdiri menghadap kiblat dan membaca lafat niat untuk gerhana matahari:

USHALLII SUNNATAN LIKUSUUFISYAMSI RAK’ATAINI MAKMUMAN/IMAMAN LILLAAHI TA’AALAA

“aku berniat shalat sunah gerhana matahari dua rakaat dengan makmum/imam karena Allah ta’alaa”

 

sedangkan niat shalat sunah gerhana bulan:

USHALLII SUNNATAN LIKHUSUUFI QAMARI RAK’ATAINI MAKMUMAN/IMAMAN LILLAAHI TA’AALAA

“aku berniat shalat sunah gerhana bulan dua rakaat dengan makmum/imam krna Allah ta’alaa

2. Mengangkat tangan setinggi bahu, dan jari-jari sejajar dg telinga diikuti dg bacaan ” ALLAHU AKBAR”

3. Membaca doa iftitah,ta’awudz, surat Al fatihah & atau ayat-ayat yg pjg, lalu ruku dg membaca tasbih

4. Berdiri kembali (i’ tidal), membaca ta’awwudz, surat Al fatihah,dan surat atau ayat-ayat lain yg lbh pendek kemudian ruku diikuti dg bacaan tasbih

5. I’tidal, kemudian sujud,duduk diantara dua sujud, sujud yg kedua, dan berdiri utk mengerjakan rakaat kedua

6. Rakaat kedua sama dg rakaat pertama kemudian diakhiri dg salam

 

selesai shalat gerhana disunatkan melaksanakan 2 khutbah, yg ruku dan syaratnya sama dg 2 khutbah jumat yg berisi anjuran utk bertaubat dan memperbanyak perbuatan baik.

Wanita Di Mata Lelaki (kisah inspiratif)

Posted in Uncategorized with tags on Mei 2, 2011 by Da'i Muhamad Nurdin

Kamu tau kenapa saya suka wanita itu pakai jilbab? Jawabannya sederhana, karena mata saya susah diajak kompromi. Bisa dibayangkan bagaimana saya harus mengontrol mata saya ini mulai dari keluar pintu rumah sampai kembali masuk rumah lagi. Dan kamu tau? Di kampus tempat saya seharian disana, kemana arah mata memandang selalu saja membuat mata saya terbelalak. Hanya dua arah yang bisa membuat saya tenang, mendongak ke atas langit atau menunduk ke  bawah tanah.

Melihat kedepan ada perempuan berlenggok dengan seutas “Tank Top”, noleh ke kiri pemandangan “Pinggul terbuka”, menghindar kekanan ada sajian “Celana ketat plus You Can See”, balik ke belakang dihadang oleh “Dada menantang!” Astaghfirullahal ‘Adhim, Astaghfirullohal ‘Adhim… kemana …, ke mana lagi mata ini harus memandang …?

Kalau saya berbicara nafsu, ow jelas sekali saya suka. Kurang merangsang itu mah! Tapi sayang, saya tak ingin hidup ini dibaluti oleh nafsu. Saya juga butuh hidup dengan pemandangan yang membuat saya tenang. Saya ingin melihat wanita bukan sebagai objek pemuas mata. Tapi mereka adalah sosok yang anggun mempesona, kalau dipandang bikin sejuk di mata. Bukan paras yang membikin mata panas, membuat iman lepas ditarik oleh pikiran “forno” dan hatipun menjadi keras.

Andai wanita itu mengerti apa yang sedang dipikirkan oleh laki-laki ketika melihat mereka berpakaian seksi, saya yakin mereka tak mau tampil seperti itu lagi. Kecuali bagi mereka yang memang berniat untuk menarik lelaki agar memakai aset berharga yang mereka punya.

Istilah seksi kalau boleh saya definisikan berdasar kata dasarnya adalah penuh daya tarik seks. Kalau ada wanita yang dibilang seksi oleh para lelaki, janganlah berbangga hati dulu. Sebagai seorang manusia yang punya fitrah dihormati dan dihargai semestinya anda malu, karena penampilan seksi itu sudah membuat mata lelaki menelanjangi anda, membayangkan anda adalah objek syahwat dalam alam pikirannya. Berharap anda melakukan lebih seksi, lebih… dan lebih lagi. Dan anda tau apa kesimpulan yang ada dalam benak sang lelaki ? Yaitunya: anda bisa diajak untuk begini dan begitu alias gampangan !

Mau tidak mau, sengaja ataupun tidak, anda sudah membuat diri anda tidak dihargai dan dihormati oleh penampilan anda sendiri yang anda sajikan pada lelaki. Jika sesuatu yang buruk terjadi pada diri anda, baik dengan kata-kata yang nyeleneh, pelecehan seksual atau mungkin sampai pada perkosaan. Siapa yang semestinya disalahkan? Saya yakin anda menjawabnya lelaki bukan? Oh betapa tersiksanya menjadi seorang lelaki dijaman sekarang.

Kalau boleh saya ibaratkan, tak ada pembeli kalau tidak ada yang jual. Simpel saja, orang pasti akan beli kalau ada yang nawarin. Apalagi barang bagus itu gratis, wah pasti semua orang akan berebut untuk menerima. Nah apa bedanya dengan anda menawarkan penampilan seksi anda pada khalaik ramai, saya yakin siapa yang melihat ingin mencicipinya.

Begitulah seharian tadi saya harus menahan penyiksaan pada mata ini. Bukan pada hari ini saja, rata-rata setiap harinya. Saya ingin protes, tapi mau protes ke mana? Apakah saya harus menikmatinya? tapi saya sungguh takut dengan Dzat yang memberi mata ini. Bagaimana nanti saya mempertanggungjawabkan nanti? Sungguh saya miris dengan iman saya.

Allah Taala telah berfirman: “Katakanlah kepada laki-laki yang beriman, Hendaklah mereka menahan pandangannya dan memelihara kemaluannya”, yang demikian itu adalah lebih suci bagi mereka. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui apa yang mereka perbuat. Katakanlah kepada wanita beriman “Hendaklah mereka menahan pandangannya dan memelihara kemaluannya.” (QS. An-Nuur : 30-31 ).

Jadi tak salah bukan kalau saya sering berdiam di ruangan kecil ini, duduk di depan komputer menyerap sekian juta elektron yang terpancar dari monitor, saya hanya ingin menahan pandangan mata ini. Biarlah mata saya ini rusak oleh radiasi monitor, daripada saya tak bisa pertanggung jawabkan nantinya. Jadi tak salah juga bukan ? kalau saya paling malas diajak ke mall, kafe, dan semacam tempat yang selalu menyajikan keseksian. Saya yakin, banyak laki-laki yang punya dilema seperti saya ini. Mungkin ada yang menikmati, tetapi sebagian besar ada yang takut dan bingung harus berbuat apa. Bagi anda para wanita apakah akan selalu bahkan semakin menyiksa kami sampai kami tak mampu lagi memikirkan mana yang baik dan mana yang buruk. Kemudian terpaksa mengambil kesimpulan menikmati pemadangan yang anda tayangkan ? So, berjilbablah .karena itu sungguh nyaman, tentram, anggun, cantik, mempersona dan tentunya sejuk di hati dan menyejukkan mata.

Ucapan Yang Paling Dicintai Allah SWT

Posted in Uncategorized with tags on Januari 22, 2011 by Da'i Muhamad Nurdin

Assalammua’laikum Wr. Wb ..

Segala puji patut kita ucapkan kehadirat Allah SWT yang sampai saat ini kita masih diberi kesehatan dan nikmat yang tak terhingga dari-Nya. Ketahuilah saudara qu Allah SWT adalah tuhan yang maha kuasa, tuhan yang maha pengasih dan maha berkasih sayang, Allah adalah tuhan yang maha luhur , tuhan yang maha agung , Allah maha segala – galanya . Shalawat serta salam tak lupa tercurah kepada junjungan kita , Baginda besar kita , Pemimpin yang A’rif dan bijaksana , Pemimpin yang membawa umatnya dari Zaman kegelapan hingga Zaman terang benderang Yaitu Habibina Wannabiyyina Wamaulana Muhammadin SAW beserta keluarga, sahabat – sahabatnya dan insya Allah kepada kita sebagai umatnya .

Saudara qu Kaum Muslimin yang dimuliakan Allah SWT .

Apakah kalian tahu ucapan apa yang paling dicintai Allah SWT ..????

Ucapan yang paling dicintai Allah SWT adalah SUBHANALLAH WALHAMDULILLAH (MAHA SUCI ALLAH DAN SEGALA PUJI BAGI ALLAH) sebagaimana di terangkan di dalam sebuah Hadits Rasulullah SAW Shahih Muslim  :

قال رسول الله صلى الله عليه وسلم : أَلَا أُخْبِرُكَ بِأَحَبِّ الْكَلَامِ إِلَى اللَّهِ قُلْتُ يَا رَسُولَ اللَّهِ أَخْبِرْنِي بِأَحَبِّ الْكَلَامِ إِلَى اللَّهِ فَقَالَ إِنَّ أَحَبَّ الْكَلَامِ إِلَى اللَّهِ سُبْحَانَ اللَّهِ وَبِحَمْدِهِ

Sabda Rasulullah SAW : “Maukah kukabarkan pada kalian ucapan yang paling dicintai Allah?”, ku katakan (Abu Dzar ra) : “Wahai Rasulullah SAW, kabarkan padaku ucapan yang paling dicintai Allah SWT”, bersabda Rasulullah SAW : “Ucapan yang paling dicintai Allah SWT adalah: “Subhanallahi wabihamdih (Maha Suci Allah dan padaNya pujian luhur.” ( Shahih Muslim )

 

Saudara qu kaum muslimin yang dirahmati Allah SWT .

tentunya dengan kalimat yang paling dicintai Allah ini, maka mereka yang mengucapkannya akan sangat dilimpahi rahmat Allah subahanahu wata’la, mereka yang mengucapkan dengan zhahir dan bathinnya dan tentunya untuk mereka yang telah menyaksikan tiada Tuhan selain Allah, dan nabi Muhammad utusan Allah. Allah subhanahu wata’ala berfirman :

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُواْ اسْتَجِيبُواْ لِلّهِ وَلِلرَّسُولِ إِذَا دَعَاكُم لِمَا يُحْيِيكُمْ وَاعْلَمُواْ أَنَّ اللّهَ يَحُولُ بَيْنَ الْمَرْءِ وَقَلْبِهِ وَأَنَّهُ إِلَيْهِ تُحْشَرُونَ

( الأنفال : 24 )

“Wahai orang-orang yang beriman, penuhilah seruan Allah dan seruan Rasul apabila Rasul menyeru kamu kepada suatu yang memberi kehidupan kepada kamu , ketahuilah bahwa sesungguhnya Allah membatasi antara manusia dan hatinya dan sesungguhnya kepada-Nyalah kamu akan dikumpulkan.” ( QS. An Anfal : 24 )

 

Semoga kita semua selalu dalam lindungan Allah SWT wahai saudara – saudari qu yang di muliakan ALLAH SWT .

Wassalammua’laikum Wr. Wb

 

Hamba yang penuh dengan dosa

 

Muhamad Nurdin ( Da’i Nurdin )