Israel Hadapi Badai Cobaan Terbesar dan Awal Kehancurannya

Dr. Thariq Muhammad as-Suwaidan

Al-Wathan Qatar

Kesempurnaan orang berakal bila ia hidup secara realistis dan memperkirakan segala masalah secara proporsional dan tidak menjadikan khayalan dan impiannya mengendalikannya secara utuh. Namun sebuah semangat dan obsesi seseorang akan lebih indah bila ia memimpikan sesuatu pada posisi lebih indah dari realitasnya, esok lebih baik dari hari ini.

Inovasi dan temuan di dunia saat ini adalah impiann kemarin. Awal negara-negara besar dan imprialisme adalah obsesi pendirinya.

Lantas kenapa hari ini kita mengharamkan diri kita untuk memperoleh hak kita untuk bermimpi? Bermimpi umat bangun dari tidur panjang mereka dan bangkit membela saudara-saudara mereka yang kini hidup dalam tekanan penjajahan di seluruh dunia? Meski tak sedikit yang membiarkan mereka dan kita dilecehkan karena mimpi itu.

Kebebasan itu bisa kita temukan dalam armada kemanusiaan Freedom Flotilla dan harapan itu masih ada. Para pembela kebebasan itu mampu berdiri menghadang kedlaliman dunia meski hanya beberapa saat. Namun ia mampu membangunkan dunia.

Siapa yang mengabarkanmu bahwa bapakmu adalah serigala??

Pujangga terkenal Ibnu Qutaibah dalam “Uyunul Akhbar” menceritakan, “Seorang Arab baduwi memelihara serigala sejak hingga besar. Ia menyangka serigala itu akan lebih kuat dari anjing pemangsa ternak. Maka ia menjauhkannya dari kambingnya. Ketika suatu hari serigala memakan kambing milik warga baduwi, maka sang Arab pemelihara itu mengatakan;

رضعت لبانها وربيت معها   فمن أنباك أن أباك ذيب؟

إذا كان الطباع طباع سوء      فلا أدب يفيد ولا أديب

“Aku yang memberikannya susu dan aku pelihara

Tapi siapa yang memberitahumu kalau indukmu adalah serigala juga

Jika wataknya sudah busuk

Maka tidak ada pelajaran etika bermanfaat baginya, tidak pula pendidik etika”

Allah mengabarkan kepada kita bahwa bangsa yahudi (Israel) tidak pernah merasa sungkan membunuh para nabi. Ini jalan hidup dan agama mereka. “Hal itu (terjadi) karena mereka selalu mengingkari ayat-ayat Allah dan membunuh Para Nabi yang memang tidak dibenarkan. demikian itu (terjadi) karena mereka selalu berbuat durhaka dan melampaui batas.” (Al-Baqarah: 61). Imam Ibnu Qayyim – Rahimahullah – dalam “Hidayatul hayara“ mengatakan, bangsa yahudi itu membunuh 70 nabi dalam sehari kemudian di sore harinya mereka membangun pasar, seakan tidak terjadi apa-apa.”

Ya, bangsa yahudilah yang membunuh Nabi Allah Yahya, sebelumnya ayahnya Nabi Zakariya – Alaihissalam -. Mereka juga beusaha membunuh Nabi Isa Al-Masih Alaihissalam namun Allah mengangankatnya ke langit. Mereka berusaha membunuh Nabi Muhammad Sallallu Alaihi wa Sallam berkali-kali. Ketika menjelang ajal, beliau mengatakan, “Sungguh saya merasakan bekas racun yang diletakkan oleh seorang perempuan yahudi di daging kambing yang saya makan.” Jika ini sudah menjadi cara dan watak hidup bangsa yahudi, bagaimana ada jaminan perdamaian atau perjanjian? Pembunuhan terhadap para pejuang kebebasan dari warga sipil di armada Freedom Flotilla adalah bagian dari tabiat dan jalan hidup mereka yang rusak. “orang-orang Yahudi berkata: “Tangan Allah terbelenggu”, sebenarnya tangan merekalah yang dibelenggu dan merekalah yang dila’nat disebabkan apa yang telah mereka katakan itu. (tidak demikian), tetapi kedua-dua tangan Allah terbuka; Dia menafkahkan sebagaimana Dia kehendaki. dan Al Quran yang diturunkan kepadamu dari Tuhanmu sungguh-sungguh akan menambah kedurhakaan dan kekafiran bagi kebanyakan di antara mereka. dan Kami telah timbulkan permusuhan dan kebencian di antara mereka sampai hari kiamat. Setiap mereka menyalakan api peperangan Allah memadamkannya dan mereka berbuat kerusakan dimuka bumi dan Allah tidak menyukai orang-orang yang membuat kerusakan.” (Al-Maidah: 64) Maka barangsiapa yang tabiatnya adalah membunuh, maka ia akan tenang melampiaskan tabiatnya, sebagaimana serigala melampiaskan tabiatnya.

Israel dalam ujian

Israel hari ini melalui badai ujiannya yang paling dahsyat, hari-harinya sekarang paling sulit, ini awal kehancurannya. Arogansinya dan brutalismenya itu tidak akan terjadi kecuali karena ketegaran jihad dan keteguhan para pejuang perlawanan. Ya, gang brutal Israel akan hancur dan akan kembali tercecer di bumi. Bangsa-bangsa di dunia akan menghinakannya sebagaimana ia terhina sebelumnya.

Wahai warga Gaza

Umat saat ini sedang mendidih dan diuji dengan dahsyat, tidak seperti sebelumnya. Dalam waktu dekat dengan izin Allah, umat akan berubah menjadi topan yang menggiling semua musuhnya. Kini umat sedang berdiri pada momen yang jarang terjadi. Semua berlomba memberikan bantuan dana dan dukungan apapun. Dalam waktu dekat dengan izin Allah, saudara-saudara kalian wahai warga Gaza akan berada di samping kalian berbaris dengan kuat. Masa depan akan berada di tangan kalian dengan izin Allah. Kesabaran atas ujian hari ini adalah cobaan dari Allah yang akan disusul dengan kemenangan dengan izin Allah.

Saudaraku, kami melihat masa depan agung itu di depan mata kami. Sebab Allah membiasakan agar kita jujur, bersih dan ikhlas agar upya dan doa segera terkabul. Kini umat telah menghimpun upaya mereka dengan niat ikhlas. Saya sendiri melihat dengan mata keyakinan bahwa Allah tidak akan menolak doa-doa kita, tidka akan membiarkan janda-janda yang ditinggal mati suaminya demi perjuangan islam dan anak-anak yatim.

Harapan bersanding pesakitan

Optimism saya tidak membuat saya terbang bahagia dengan kondisi umat Islam sekarang. Tapi saya merasa pertolongan Allah pasti datang tidak bisa tidak. Tapi kondisi umat saat ini sangat menyakitkan. Mereka dikejar dan diancam dimana-mana. Mereka tidak memiliki kekuatan dan dalam kondisi paling lemah. Tapi kenapa saya beroptimis sedemikian rupa?

Saya katakan dengan penuh optimisme akan pertolongan Allah; bahwa sejarah gerakan baru dan kebangkitan hanya bisa diraih dengan pengorbanan.

“Apakah kamu mengira bahwa kamu akan masuk syurga, Padahal belum datang kepadamu (cobaan) sebagaimana halnya orang-orang terdahulu sebelum kamu? mereka ditimpa oleh malapetaka dan kesengsaraan, serta digoncangkan (dengan bermacam-macam cobaan) sehingga berkatalah Rasul dan orang-orang yang beriman bersamanya: “Bilakah datangnya pertolongan Allah?” Ingatlah, Sesungguhnya pertolongan Allah itu Amat dekat.” (Al-Baqarah: 214)

Kita bukan umat lemah yang terkalahkan. Rahasia kekuatan kita adakan komitmen kita dengan Islam dan persatuan. Inilah yang paling dibutuhkan saat ini. Kita jangan meremehkan diri kita sendiri.

Karenanya, semua intelektual dan jurnalis harus menyadarkan umat dan membangunkan mereka dari tidurnya, bukan sebaliknya menyuburkan pesimisme dan menyebarkan factor-faktor kelemahan dalam statemen dan artikelnya.

Semua umat Islam, yang shalih, thalih, alim, jahil, intelektual, awam, wanita, laki-kali, dan semuanya sama-sama menanggung masalah ini. Saya serukan kepada semua umat Islam untuk satu barisan membela mujahidin di Palestina, dengan senjata, harta, pena, bahasa, doa. Doronglah mereka untk tegar. Berhati-batilah akan tipu daya perundingan damai yang mengabaikan jihad dan merekrut sebagian anak bangsa Palestina menjadi kelompok yang melawan jihad. Saya serukan agar semua umat menyerang kepentingan yahudi di Palestina, memboikot secara ekonomi dan semua perusahaan Yahudi dan Amerika sebagai pesan jelas bahwa kami tidak tinggal diam.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: