Balasan Dari Allah Swt Kepada Orang Yang Berinfak

قال رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ :
قَالَ اللَّهُ عَزَّ وَجَلَّ : أَنْفِقْ يَا ابْنَ آدَمَ أُنْفِقْ عَلَيْكَ

( صحيح البخاري )

Sabda Rasulullah saw :
“Allah Yang Maha Berwibawa dan Maha Berkuasa berfirman : Berinfaklah wahai keturunan Adam (as), Aku akan berinfak pada kalian” (Shahih Bukhari)

Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh,

حَمْدًا لِرَبٍّ خَصَّنَا بِمُحَمَّدٍ وَأَنْقَذَنَا مِنْ ظُلْمَةِ الْجَهْلِ وَالدَّيَاجِرِ اَلْحَمْدُلِلّهِ الَّذِيْ هَدَاناَ بِعَبْدِهِ الْمُخْتَارِ مَنْ دَعَانَا إِلَيْهِ بِاْلإِذْنِ وَقَدْ ناَدَانَا لَبَّيْكَ ياَ مَنْ دَلَّنَا وَحَدَانَا صَلَّى اللهُ وَسَلّمَّ وَبَارَكَ عَلَيْهِ وَعَلَى آلِهِ اَلْحَمْدُلِلّهِ الَّذِيْ جَمَعَنَا فِي هَذَا الْمَجْمَعِ اْلكَرِيْمِ وَفِيْ هَذَا الْجَمْعِ اْلعَظِيْمِ 

Limpahan Puji Kehadirat Allah subhanahu wata’ala Yang Maha Luhur, Maha Menguasai kerajaan langit dan bumi dari tiada, dan Maha menciptakan segala bentuk dan benda, dan kesemuanya akan datang kepada Allah subhanahu wata’ala sebagai hamba :

إِنْ كُلُّ مَنْ فِي السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضِ إِلَّا آَتِي الرَّحْمَنِ عَبْدًا

Saat itu semua yg dilangit dan bumi akan datang kepada Allah Arrahman sebagai hamba (QS Maryam 93).

Limpahan Puji Kehadirat Allah subhanahu wata’ala Yang telah berfirman, Sebagai Sang Maha Tunggal sepanjang waktu dan zaman, yang Maha melihat segala kejadian, kesusahan, kenikmatan, perubahan kejadian yang kesemua tidak lepas dari pengawasan dari Sang Maha Pengatur, Maha mampu mengatur segala kenikmatan, berakhir dengan kesedihan dan tangis, Maha Mampu mengatur segala kesedihan berubah dan berakhir dengan kegembiraan dan ketenangan dan kebahagiaan,
Maka adakah tujuan melebihi Allah, adakah kehendak kita yang tidak bisa di jalankan Allah, adakah hajat kita yang tidak bisa terselesaikan dengan bantuan Allah, barat dan timur, butuh kita mohonkan bantuan tetapi Rabbul’alamin Maha Mampu menyelesaikannya dalam sekejap,
Dan Allah Maha mampu berbuat lebih cepat dari kedipan Mata, berubahlah keadaan yang hina menjadi mulia dan yang mulia menjadi hina,

قُلِ اللَّهُمَّ مَالِكَ الْمُلْكِ تُؤْتِي الْمُلْكَ مَنْ تَشَاءُ وَتَنْزِعُ الْمُلْكَ مِمَّنْ تَشَاءُ وَتُعِزُّ مَنْ تَشَاءُ وَتُذِلُّ مَنْ تَشَاءُ بِيَدِكَ الْخَيْرُ إِنَّكَ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيرٌ

“Katakanlah Wahai Muhammad, Wahai Allah Yang Maha memiliki Kerajaan Jagad Raya, Kau Yang memberikan kekuasaan, kepada siapa yang Kau kehendaki dan Kau Yang Mencabut kekuasaan dari yang Kau inginkan dan Kau muliakan siapa yang Kau inginkan, dan Kau hancurkan siapa yang Kau inginkan dan di dalam genggaman Mu segala kebaikan dan kesuksesan, dan Kau Maha Berkuasa Atas segala sesuatu”. (QS Ali Imran 26).
kalimat ini merangkum seluruh hajat kita mulai lahir hingga wafat, hingga akhir zaman, hingga Yaumil Qiyamah.

Fahamlah bahwa Nama Nya, tidak lepas menguasai kehidupan kita sampai kita wafat, dan setiap nafas kita terus berjalan didalam kehendak Nya, Beruntung mereka yang selalu mengingat Nya, Semoga aku dan kalian selalu dalam lindungan Nya, selalu dalam kelembutan Nya, selalu dalam pengampunan Nya dan selalu dalam keindahan Nya, selalu dalam Rahmat Nya, selalu dalam anugerahnya, selalu dekat dengan Nabi yang paling di Cintai Nya, Sayyidina Muhammad shallallahu ‘alaihi wasallam.

Allah subhanahu wata’ala berfirman :

وَالنَّجْمِ إِذَا هَوَى

“Demi bintang yang berpijar indah, berpijar-pijar dengan cahaya keindahan, ketika berpijar dengan keindahan, Hawa adalah Cinta dan Rindu”(QS Annajma 1)

Bagaimana maksudnya bintang berpijar dengan cahaya kerinduan, sebagian ahli tafsir menafsirkan makna ayat ini adalah “bintang berpijar dengan cahaya kerinduan” adalah Sayyidina Muhammad shallallahu ‘alaihi wasallam,

مَا ضَلَّ صَاحِبُكُمْ وَمَا غَوَى

“Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam itu bukanlah membawa kesesatan, dan bukan orang yang mengacau dari ucapan yang maunya, ucapan semaunya, ucapan yang tidak bermakna”(QS Annajma 2)

Sang Nabi tidak berbicara, tidak berucap, tidak bersuara kecuali wahyu, ucapan dan suara beliau itu mewakili wahyu Ilahi bukanlah beliau diutuskan tapi Allah yang mewakilkan wahyu Nya, meluap melalui suara Sayyidina Muhammad shallallahu ‘alaihi wasallam,

وَمَا يَنْطِقُ عَنِ الْهَوَى

“dia tidak bicara dari hawa nafsunya”
Bukan dari keinginannya, bukan dari kemauan pribadinya,

إِنْ هُوَ إِلَّا وَحْيٌ يُوحَى

“ucapannya itu adalah wahyu yang di ucapkan oleh Allah subhanahu wata’ala ‘
diteruskan oleh lidah terindah dari semua lidah, lisan tersuci dari semua lisan, bibir termulia dari semua bibir, suara yang terpilih untuk mewakili tuntunan Ilahi, Sayyidina Muhammad shallallahu ‘alaihi wasallam.

Diriwayatkan di dalam Shahih Bukhari Rasul shallallahu ‘alaihi wasallam itu orang yang paling Indah suaranya, ketika bicara, ketika memberikan tausiyah dan ketika membaca Syair Qasidah, tidak ada suara yang lebih indah melebihi suara Sayyidina Muhammad shallallahu ‘alaihi wasallam, suara yang membuat semua sanubari sejuk dan tenang, suara yang membuat sanubari yang gelap berubah terang benderang dengan sanubari yang bercahaya Iman, seruan dari panggilan terindah, mewakili seruan Ilahi, utusan Ilahi, orang yang diperintah oleh Allah mebawa keluhuran,

عَلَّمَهُ شَدِيدُ الْقُوَى

“Yang diajarkan beliau itu, diajarkan oleh Jibril As, yang memiliki kekuatan dan kehebatan”,

ذُو مِرَّةٍ فَاسْتَوَى

“Yang memiliki kewibawaan, kekuatan, dan kemuliaan,
tapi sang Jibril As yang memiliki kekuatan yang diberi oleh Allah swt kemuliaan, kewibawaan, kedahsyatan berhenti di satu batas tidak bisa lagi meneruskan untuk melanjutkan menuju kehadhirat Allah subhanahu wata’ala.
Yang paling kuat yang diberi kekuatan oleh Allah subhanahu wata’ala, kekuatannya dahsyat, yang memiliki kewibawaan yang agung sampai di suatu batas dan berhenti. Tinggal sang Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam sendiri, namun masuklah Nabi ke batas yang belum pernah ditembus seluruh makhluk,

وَهُوَ بِالْأُفُقِ الْأَعْلَى

“Dan dia (saw) di ufuk yg tertinggi”
lalu ia (Rasul shallallahu ‘alaihi wasallam) mendekat dan semakin dekat bagaikan dekatnya dua kali busur panah atau lebih dekat lagi.

Bisakah kau bayangkan ada suatu tempat yang tidak bisa ditembus oleh seluruh makhluk, tidak jutaan, triliunan malaikat, tidak pula Jibril As, tidak para Nabi dan Rasul, tidak para wali dan shalihin, tidak para bintang dan seluruh makhluk tembus berhadapan dengan terbukanya 70 ribu tabir yang terbuat dari cahaya, air dan kegelapan, bukan hanya berhadapan dari kejauhan tapi Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam diperintahkan mendekat.

Allah swt yang berfirman :

ثُمَّ دَنَا فَتَدَلَّ

“maka iapun shallallahu ‘alaihi wasallam mendekat dan perlahan-lahan semakin dekat,

lalu apa?

فَكَانَ قَابَ قَوْسَيْنِ أَوْ أَدْنَى

“maka ia (saw) sangat dekat bagaikan jarak dua busur atau lebih dekat”

فَأَوْحَى إِلَى عَبْدِهِ مَا أَوْحَى

Maka diwahyukan kepada hambanya apa-apa yang ingin diwahyukan oleh Allah subhanahu wata’ala
diberi wahyu langsung tidak melewati Jibril As, langsung berjumpa dengan Allah subhanahu wata’ala dan tidak satupun makhluk mampu berjumpa Allah subhanahu wata’ala sebelumnya.

Hadirin-hadirat yang dimuliakan Allah subhanahu wata’ala berfirman selanjutnya :

مَا كَذَبَ الْفُؤَادُ مَا رَأَى

“Tiadalah Sang Sanubari berdusta atas apa yg dilihatnya”

Allah swt tidak mengatakan bahwa Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam tidak dusta dengan apa yang dilihatnya tapi Allah memberi satu gelar yang sangat indah kepada Rasul shallallahu ‘alaihi wasallam dengan menyebutnya “Al Fuad” (Sang sanubari) “sang sanubari tidak dusta atas apa yang dilihatnya”,
Allah subhanahu wata’ala menggelari Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam sanubari / Al Fuad, sanubari yang tidak berdusta atas apa yang dilihatnya. Sebagian ulama mengatakan Rasul shallallahu ‘alaihi wasallam tidak melihat Allah dengan matanya tapi dengan sanubarinya yang dengan sanubari itu ia shallallahu ‘alaihi wasallam melihat Allah subhanahu wata’ala dan pandangan sanubari itu jauh lebih kuat dari pandangan mata. Kalau pandangan mata kau sekarang sedang melihat jalan misalnya duduk dipinggir jalan tapi sanubarimu sedang memikirkan yang lain yang sangat kau pentingkan, orang lewat didepan mu tidak terlihat. Orang mengangkat tangan “assalamualaikum..” mungkin kupingnya tidak dengar, kenapa? Hatimu sedang konsentrasi, karena kekuatan pandangan dan pendengaran hati jauh lebih kuat dari pendengaran telinga dan penglihatan. Oleh sebab itu mata dan telinga tidak mampu mendengar dan melihat Allah swt tapi sanubari jauh lebih kuat.

Allah swt berfirman Jangan kau dustakan sanubari Muhammad shallallahu ‘alaihi wasallam yang telah melihat Allah,

أَفَتُمَارُونَهُ عَلَى مَا يَرَى

“apakah kalian masih ragu atas apa yang dilihatnya?”
Masya Allah, jangan ragu bahwa Allah telah bertemu Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam, di wahyukan dengan wahyu-wahyu mulia.
(QS Annajm 1-12)

Didalam firman lain Allah subhanahu wata’ala berfirman :

فَلَا أُقْسِمُ بِالْخُنَّسِ، الْجَوَارِ الْكُنَّسِ

Al Imam A Thabatri dan Al Iman Ibn Katsir dan lainnya menjelaskan,
Makna ayat diatas :

Aku (Allah) bersumpah demi bintang yang terbit dimalam hari dan hilang di siang hari, yang setiap malamnya beredar dari satu ujung keujung lainnya, yaitu 5 bintang itu selalu beredar keujung satu, keujung lainnya dan sirna disaat terbitnya matahari

وَاللَّيْلِ إِذَا عَسْعَسَ

“Demi malam ketika gelap gulita”,

والصُّبْحِ إِذَا تَنَفَّسَ

demi subuh ketika mulai bernafas (mulai terbit cahaya paginya)”

إِنَّهُ لَقَوْلُ رَسُولٍ كَرِيمٍ (19) ذِي قُوَّةٍ عِنْدَ ذِي الْعَرْشِ مَكِينٍ (20) مُطَاعٍ ثَمَّ أَمِينٍ (21) وَمَا صَاحِبُكُمْ بِمَجْنُونٍ (22) وَلَقَدْ رَآَهُ بِالْأُفُقِ الْمُبِينِ (23) وَمَا هُوَ عَلَى الْغَيْبِ بِضَنِينٍ (24) وَمَا هُوَ بِقَوْلِ شَيْطَانٍ رَجِيمٍ (25) فَأَيْنَ تَذْهَبُونَ (26) إِنْ هُوَ إِلَّا ذِكْرٌ لِلْعَالَمِينَ (27) لِمَنْ شَاءَ مِنْكُمْ أَنْ يَسْتَقِيمَ (28) وَمَا تَشَاءُونَ إِلَّا أَنْ يَشَاءَ اللَّهُ رَبُّ الْعَالَمِينَ (29

“Al Qur’an ini di ajarkan oleh utusan yang mulia yaitu Jibril As, yang Allah beri kekuatan oleh Sang pemilik Arsy Yang Agung, yang sangat ta’at kepada Allah dan sangat terpecaya yaitu Jibril As,
Dan Teman kalian (Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wasallam) bukan orang yang tidak waras, bicaranya itu adalah kalam Ilahi,
Dia telah melihat Allah di ujung ufuk timur, di ujung ufuk yang terjauh, di ufuk yang paling jelas, di ujung yang paling jelas,
Dan Dia (Rasul shallallahu ‘alaihi wasallam) tidak sekedar menyangka-nyangka dengan hal-hal yang ghaib

Hal Ghaib itu banyak, hal yang tidak di ketahui oleh manusia, alam Barzakh, alam ruh dan alam-alam ghaib lainya tidak diketaui oleh kita, tapi dari semua yang ghaib adakah (maksud ghaib itu tersembunyi/ kasat mata), dari semua yang tidak bisa di lihat manusia adakah yang lebih tersembunyi dari melihat Allah, ini yang tidak bisa di lihat bukan saja oleh manusia akan tetapi oleh Jin dan makhluk, maka apa yang tersembunyi atau yang ghaib dari semua yang ghaib adalah melihat Allah dan itu telah di lihat Sayyidina Muhammad shallallahu ‘alaihi wasallam.
Dan tidaklah beliau itu bicara dari ucapan Syaithan yang terkutuk,
Rasul katakan Al Qur’an itu adalah peringatan bagi alam semesta,
Bagi siapa yang diantara kalian yang ingin Istiqamah, pintu istiqamah dan keluhuranAllah telah menciptanya yaitu Sayyidina Muhammad shallallahu ‘alaihi wasallam”. (Attakwir 16-29)

Allah telah berfirman :
Bagi siapa diantara kalian yang mau beristiqomah (kalimat kalian itu sampai pada diriku dan diri kalian semua), bagi siapa yang mengkhendakinya diantara kalian..
Pastikan kami diantaranya ya Allah,
Bagi yang mengkhendaki istiqamah di antara kalian..
Ya Allah semoga kami semua istiqamah, tapi kami ini hamba ya Allah,
siapa yang tidak ingin dekat dengan Mu Rabbiy ?!
siapa yang tidak ingin melihat Yang Maha Indah ?! kami melihat gunung indah, kami melihat gelombang lautan pantai indah, kami melihat tetumbuhan dan semua ciptaan Mu hanya sekali yang indah mempesona di mata kami, bagaimana kami tidak ingin melihat Mu Yang Maha indah wahai Rabbiy, hanya kami mengadu dengan dosa-dosa kami, ya apa pantas mata pendosa melihat Mu yang Maha Indah, namun mata yang rindu kepada Allah akan di beri kesempatan melihat Nya.

Ketika Orang-orang telah masuk Surga diantara mereka masih belum di perlihatkan keindahan Allah, mereka masih murung, mereka tidak senang dengan segala istana2 kemegahan dengan segala keindahannya, ditanya kepada malaikat :
“kenapa kalian masih murung?”
Maka berkata mereka :
“kami belum melihat Allah”
Nikmat terbesar melihat Allah, maka Allah subhanahu wata’ala berkata :
“malaikatku kenapa kalian tutup mata mereka dari melihat Ku?”
“Wahai Allah mata mereka penuh dosa, sering melihat hal-hal yang haram, mata seperti itu tidak pantas melihat keindahan Mu wahai Allah, mereka sudah masuk surga, sudah Kau beri anugerah yang besar, masa iya pantas mata yang penuh dosa itu melihat Mu”

Allah berkata :
“tapi dahulu mata mereka pernah menangis rindu ingin melihat Ku, buka tabir agar mereka bisa melihatku, mereka pernah mengalirkan air mata, matanya rindu ingin melihat Ku”

Dalam hadits qudsiy riwayat shahih Bukhari :
“barang siapa yang rindu jumpa dengan Allah, Allah rindu jumpa dengan Nya”
Jika saat ini kau rindu dengan Allah, saat ini Allah sedang rindu kepadamu, makin ingin Kau melihat Allah, makin ingin Allah jumpa denganmu, dan hari-harimu akan di buat semakin indah dan mulia karena engkau adalah hamba di muka bumi yang di rindukan Allah.

Hadirin hadirat, orang yang terakhir keluar dari api neraka sudah ratusan ribu, barang kali miliyaran tahun di dalam Neraka, ini Allah berkata “Orang yang di Neraka itu kuliatnya hangus, badan diganti dengan kulitnya yang baru biar merasakan siksaan yang pedih karena menolak cinta Allah, mereka terus diganti dengan kulit yang baru, hangus beberapa detik ganti kulit yang baru dan terus merasakan kepedihan siksa Neraka dan mereka keluar dari Neraka diantara yang terakhir penuh jeritan, penuh derita yang belum pernah di derita oleh makhluk manapun, terus terpanggang dan di goreng dalam api yang demikian dahsyat beribu-ribu tahun bukan satu dua minggu, ketika dia dihadapkan kepada Allah, lalu Allah memerintahkan malaikat memandikannya dengan air kehidupan di riwayatkan didalam Shahih Bukhari dimandikan dengan air danau kehidupan dari danau kehidupan, kembali lagi tubuhnya yang sudah hangus dan hancur menjadi baik, di beri pakaian-pakaian surga, lalu menghadap Allah (orang yang terakhir, yang paling lama di siksa) lalu dia dibukakan hijab dan tabir untuk melihat keindahan Allah,

Allah bertanya :
“hamba Ku, berapa lama kau di neraka?”
hamba yang paling lama di Neraka itu menjawab :
“aku tidak pernah ingat masuk Neraka wahai Allah”
Lupa dengan melihat keindahan Allah, lupa dengan miliyaran tahun menjerit, menggelepar, melolong karena kesakitan, lupa dengan sekejap ketika melihat keindahan Mu ya Allah, hilang semua sakitnya, hilang semua ingatan akan pedihnya, karena gembira dan karena indahnya Allah, masihkah jiwamu belum rindu ingin melihat Nya ?

الْإِحْسَانُ أَنْ تَعْبُدَ اللَّهَ كَأَنَّكَ تَرَاهُ فَإِنْ لَمْ تَكُنْ تَرَاهُ فَإِنَّهُ يَرَاكَ

“Al Ihsan adalah beribadah seakan kau melihat Allah, jika kau tidak mampu melihat Allah, ketahuilah Allah melihatmu” (Shahih Bukhari), sekarang Allah melihat kita dan hati kita, betapa senangnya Allah ketika melihat hatimu sedang rindu kepada Nya, detik ini Allah sedang rindu kepadamu,
“hambaku penasaran ingin melihat keindahan Ku, akan Ku tunjukan keindahan Ku”

Wahai Rabbiy Kami tidak mampu menanti waktu yang lama untuk memandang keindahan Mu, maka paling tidak beri kami percikan rahasia keindahan Mu dalam kehidupan ini, agar kami tenang dan tidak terganggu dengan dunia untuk merindukan Mu, saat kami ingin rindu dan merindukan Mu, saat akan berdzikir, datang kesulitan dunia, masalah ini dan itu, memikirkan ini dan itu pada Mu singkirkan seluruh masalah agar kami bisa tenang dan santai dalam dzikir merindukan Mu ya Allah.

Pegang diri kita dan bimbing diri kita pada Allah dengan urusan-urusan sayap nyamuk, Rasul shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda :
“dunia di mata Allah tidak melebih dari sebuah sayap nyamuk”
maka Rabbiy urusan sayap nyamuk selalu mengganggu kami dan rindu kami pada Mu, urusan dunia ini kami terpenjara untuk melihat keindahan Mu,

Rabbiy beri kami kemudahan, dan tuntunan-tuntunan Ilahi, menyingkirkan segala kesulitan dan kesedihan, biarkan hari-hari kami bercahaya dengan rindu kepada Mu dengan kehidupan yang tenang dan penuh kemudahan.

Kenapa minta kemudahan di dunia?
Bukankah musibah harus datang di dunia, karena dunia bukan Surga,
Rabbiy kami tidak butuh dunia dan tidak butuh Surga, kami butuh rindu kepada Mu, di Surga atau di dunia maka jangan tambahkan kesulitan kami dengan hati yang sudah terbakar dengan kerinduan ingin melihat Mu, Kau tambah pula dengan halangan-halangan masalah dunia di dunia ini, permudahlah, paling tidak kami bisa lebih Khusyu merindukan Mu ya Rabb.

Rasul shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda dalam riwayat Hadits Bukhari kit abaca bersama-sama :

قال رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ : قَالَ اللَّهُ عَزَّ وَجَلَّ : أَنْفِقْ يَا ابْنَ آدَمَ أُنْفِقْ عَلَيْكَ (صحيح البخاري)

Allah subhanahu wata’ala berfirman :
“Wahai keturunan Adam, berinfaklah maka aku akan berinfak pada kalian” (Shahih Bukhari)

Hadirin hadirat ditanyakan kepada Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam,
Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda :
“Akan datang suatu masa (waktu) sampai Allah tumpah ruahnya harta seluas-luasnya di dunia”
kapan itu akan terjadi? Sebentar saya akan jelaskan,
Maka Rasul berkata “Orang-orang semuanya makmur pemikil harta bingung mau berinfak kepada siapa tidak adalagi yang mau terima, akhirnya bukan orang yang datang minta-minta, tapi orang yang mampu meminta-minta orang lain untuk menerima hartanya, dia menawarkan hartanya kesana kemari, (ambil emasku, ini berlianku) sampai ia menemui seorang berkata, “aku sudah berkecukupan aku tidak butuh dengan bantuanmu” itu akan datang waktunya” Janji Sayyidina Muhammad shallallahu ‘alaihi wasallam.

Kapan waktu itu muncul ?
Apabila Islam sudah di jadikan Idola, dan Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wasallam sudah di panut sebagai panutan tunggal.

Hadirin hadirat,
apa ciri-ciri munculnya kemakmuran itu? adalah kebangkitan Islam,
apa ciri-ciri kebangkitan Islam?
Rasul shallallahu ‘alaihi wasallam berkata di akhir zaman, islam akan bangkit dengan bangkitnya para pemuda, kalau pemuda sudah bangkit untuk mendekat kepada sunnah ku, maka tunggulah saatnya terbitnya kemakmuran yang semakin dekat dan semoga ini menjadi tanda bagi kita semua.

9 juli dihadapan kita malam isra’ mi’raj dzikir jalaalah insya Allah dihadiri lebih dari 1 juta pemuda muslimin muslimat, 17 juni sukses, maulid sukses, acara-acara sebelumnya sukses, 9 juli ini malam isra’ mi’raj semoga sukses, belum selesai dengan 9 juli kita tidak puas untuk mempercepat munculnya kemakmuran dengan terus menggerakkan para pemuda untuk semakin dekat kepada Allah dan sunnah, 24 juli di bulan yang sama malam nisfu sya’ban insya Allah juga di monas dihadiri lebih banyak lagi muslimin. 9 juli yang kira-kira 10 atau 11 hari lagi, dari 9 juli ke 24 juli Cuma jarak 15 hari dalam 15 hari aku dan kalian bertugas untuk mensukseskan acara ini demi cepat munculnya kemakmuran bagi kita, dan semakin jauhnya kemarahan Allah subhanahu wata’ala, dan kemurkaan Allah subhanahu wata’ala. kalau sudah pemuda pemudi bangkit untuk mengikuti sunnah secara baik tentunya dengan damai, bukan dengan kekerasan itu tanda kemakmuran muncul di muka bumi itu janji Muhammad Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam.

Kita bertanya dunia ini luas tapi jantung dunia islam adalah Jakarta,
Haramain, Makkah dan Madinah dan Masjidil Aqsa telah dikuasai oleh kedhaliman bukan hanya Palestina Tapi makkah dan madinah pun orang sampai tidak boleh menghadap maqam Rasul shallallahu ‘alaihi wasallam, orang yang berdoa pada maqamnya Rasul shallallahu ‘alaihi wasallam dikatakan musyrik, kalau dia hadap ke wc tidak dikatakan musyrik, dia hadapan maqamnya Rasulullah yang disitu jasad tersuci dikatakan musyrik menghadap kiblat. Kiblat tidak ada kalau bukan pilihan Sayyidina Muhammad shallallahu ‘alaihi wasallam, siapa yang bilang ? bukan munzir yang bilang, Allah.

Allah subhanahu wata’ala barfirman :

قَدْ نَرَى تَقَلُّبَ وَجْهِكَ فِي السَّمَاءِ فَلَنُوَلِّيَنَّكَ قِبْلَةً تَرْضَاهَا فَوَلِّ وَجْهَكَ شَطْرَ الْمَسْجِدِ الْحَرَامِ …

Sungguh Allah Swt melihat hati mu yang sudah ragu (dengan kiblat ke Masjidil Aqso), (Allah subhanahu wata’ala melihat kau ingin mengarahkan kiblat ke tempat yang lain), kami mengizinkan mu merubah kiblat pada kiblat yang kau kehendaki, (maka Rasul shallallahu ‘alaihi wasallam menghadap ke makkah al mukaramah ka’bah al musyarofah) Maka turun lagi ayat melanjutkan : “maka Hadapkan kiblat mu mulai sekarang ke masjidil haram” (QS Al Bqarah 144)
kita tidak menyembah ka’bah, kita menyembah Allah tapi arah kiblat terserah para Nabi Nabi di masanya, semua Nabi kebanyakan kiblatnya ke Palestina, dari Muhammad juga ke Palestina, 17 bulan riwayat shahih bukhari bahwa kiblat ini mengarah ke Palestina, lalu Rasul Saw ingin kiblat ke makkah, Allah pindahkan ke Makkah.
namun hadirin hadirat kita harus ingat kota madinah dan kota makkah ini sekarang di kuasai oleh kekuasaan yang memusyrikan orang-orang yang mencintai Sayyidina Muhammad shallallahu ‘alaihi wasallam, tapi mereka masih muslimin, jangan panas-panas dulu ini majelis bukan memancing emosi, maksud saya Madinah Makkah lebih berhak di benahi sebelum Palestina, madinah itu tempat jasadnya Nabi kita Muhammad shallallahu ‘alaihi wasallam, berani kalian menghadap maqamnya Rasul shallallahu ‘alaihi wasallam berdoa kalian akan dipukul ini Nabi kami Muhammad shallallahu ‘alaihi wasallam datang jauh jauh dari Indonesia beli tiket puluhan juta, menghadap kiblat, menghadap maqamnya Rasul shallallahu ‘alaihi wasallam, hadap ke barat, hadap ke timur siapa yang berani ngelarang doa mengadap kemanapun semua doa adalah untuk Allah, kita tidak berdoa kepada jasad, kita berdoa kepada Allah subhanahu wata’ala, Cuma karena rindu ingin melihat maqam sang Nabi datang dari jauh-jauh dipukul dan di usir, pergi dan musyrik menghadap ke kiblat tidak ada kalau bukan pilihan Muhammad Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam.

Hadirin hadirat yang dimuliakan Allah,
tapi mereka muslimin itu penduduk makkah, madinah yang menguasai makkah, madinah muslimin, jadi tidak seperti palestina, kalau palestina kan yahudi non muslim, tapi muslimin yang sudah di isyaratkan oleh Rasul shallallahu ‘alaihi wasallam, Rasul sudah tau tempatnya madinah dan makkah akan menjadi seperti itu,
Rasul shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda dirwiyatkan pada Shahih Bukhari : aku tidak takut syirik menimpa kalian, maka kultus, ziarah syirik, tawasul syirik, Rasul sudah jawab aku tidak takut syirik menimpa kalian setelah aku wafat, apa yang di takuti Rasul ? yang ku takuti kalian saling hantam perebutkan harta jawaban untuk penduduk makkah dan madinah dan negerinya, apa ? Allah tidak takut kemusyrikan-kemusyrikan yang kalian takutkan,
Rasul sudah katakan:
“aku tidak takut syirik menimpa kalian, yang ku takutkan kalian perebutan harta” br/> bawa pasukan 5000, 50.000 dari amerika serikat, pasukan non muslim masuk ke negerinya untuk menghantam muslimin sendiri, dibayarkah orang-orang non muslim untuk menghantam muslim sendiri demi minyak dan demi harta, ini yang ditakutkan oleh Rasul shallallahu ‘alaihi wasallam.
“aku takut kalian saling hantam karna untuk memperebutkan harta” demi minyak dan harta mereka menyewa orang-orang non muslim dengan senjatanya masuk ke Haramain, makkah dan madinah juga untuk menghancurkan saudara musliminnya demi harta, ini yang ditakutkan Sayyidina Muhammad shallallahu ‘alaihi wasallam.

Hadirin kalau bicara Palestina ya Palestina biasa kita benahi mudah mudahan terbenahi, tapi juga Makkah dan Madinah jangan lupakan karena juga perlu dibenahi, tapi sebelum itu semua diri kita benahi dulu, bangsa kita, kota kita ini acara-acara akbar bukan acara-acara kosong ini jantungnya dunia, negeri muslimin terbesar, jantung dunia adalah Indonesia dan Indonesia ini ibu kotanya Jakarta dan di pulau jawa ini adalah jantungnya habaib di dunia, kenapa jumlah habaib di dunia ini paling banyak di pulau jawa lebih banyak dari hadhramaut, juga para kiyai dan ulama paling banyak di Indonesia lebih dari negeri lainnya.

Hadirin hadirat yang dimuliakan Allah jadi jantung kekuatan islam ada di Indonesia pusatnya di Jakarta, dan Jakarta semoga terus bangkit. Kita tidak puas kalau 1 juta yang hadir, kita pengen 2 juta yang hadir, sudah 2 juta yang hadir, 3 juta yang hadir di jantung muslimin terbesar di muka bumi, ini yang harus kita benahi dan kita pentingkan.

Allah berfirman dalam hadits qudsiy sebagaimana hadits diatas :
“Berinfaklah wahai keturunan adam, Aku akan berinfak pada kalian” ucapan ini tidak perlu saya sarahkan karna sudah kalian pahami, Cuma kita berdoa
‘Wahai Rabbiy kami berinfak kepada orang-orang dari saudara-saudara kami dan engkau
“kami bersedekah kepada saudara saudara kami, dan Engkau juga jauh lebih berhak bersedekah kepada kami, karena kami miskin dihadapan Mu, orang terkayapun miskin di hadapan Allah, kita bersedekah tapi kita minta pada yang Maha kaya karena dihadapan yang Maha kaya kita juga orang miskin, kita berinfaq kita minta pada yang Maha kaya berinfak kepada kita, bukan kaya dengan harta tapi dengan permohonan, kemudahan, pemgampunan, rahmat, kasih sayang, hidayah husnul khatimah dari semua yang kita minta.

Hadirin hadirat kita bermunajat kepada Allah Swt sekaligus mendoakan fadhilatussayyid syeckh Muhammad bin Abdullah dari sidney hadir malam ini dan beliau akan berangkat malam ini juga pukul 00.40 keberangkatan pesawatnya dari bandara soekarno hatta, beliau berangkat dengan istri beliau dan bersama istri saya dan anak-anak, mereka tinggal kira-kira 2 bulan disana, saya tetap disini sebenernya hati yang sangat rindu kepada guru mulia ingin jumpa namun acara-acara kita 2 acara akbar di bulan juli ini saya tidak bisa meninggalkan Jakarta, namun karena 3 juli saya mungkin kesingapore hadir haul sekaligus pengobatan insya Allah sorenya sudah pulang karena saya tidak bisa berobat dengan pengobatan yang diminta oleh bagian kedokteran di Indonesia sudah tidak bisa lagi diobati pengobatannya masih kurang yang di tawarkan adalah 1 bulan penuh dalam koma dan saya tidak bisa menerima tawaran itu kalau 1 bulan koma berarti 30 hari yang harus saya korbankan lebih baik bertahan saja semampunya, jadi mohon maaf kalau semalam saya tidak hadir majelis, kemarin malam, berapa malam dalam beberapa minggu tidak hadir majelis, mohon doanya semoga acara kita semakin hari semakin sukses, tanggal 9 sukses, malam isra’ mi’raj dan juga malam 24, tanggal 24 malam 25, malam nisfu sya’ban, bulan juli juga malam selasa malam nishfu sya’ban, bukan disini tidak cukup kalau disini, mau sampe masa kepancoran, insya Allah dimonas tidak ada tempat lain dijakarta lebih luas dari monas, kemarin yang hadir dilaporkan lebih dari, yang hadir di maulid, berarti lebih dari 1 juta muslimin yang hadir itu.

Hadirin hadirat kita turut berpartisipasi dengan segala kemampuan kita :
“ Berinfaklah Allah akan berinfak pada kalian”
Berinfak itu bukan hanya dengan uang, biasa dengan doa, bisa dengan kepedulian, biasa dengan bantuan lainnya berupa tekhnisi dan lain sebagainya, yang punya mobil ajak teman- temannya, yang punya truk pinjamkan truknya untuk bawa masa demikian.

Hadirin hadirat kita berterima kasih juga kepada polda metro jaya dari Polres, dari Polsek yang turut mengamankan, semoga di amankan oleh Allah subhanahu wata’ala, para Habaib yang mendukung acara-acara kita yang hadir di sini semoga dalam Rahmat dan keberkahan
Allah subhanahu wata’ala.

Kita bermunajat kepada Allah agar Allah berinfak kepada kita, dengan segala anugerah yang jauh lebih luas

2 Tanggapan to “Balasan Dari Allah Swt Kepada Orang Yang Berinfak”

  1. good banget dah broo…Semangat truz

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: